PORNOGRAFI MENYEBABKAN KECANDUAN SEKSUAL

Anak-anak merupakam amanah Allah. Untuk itu, seharusnya dijaga dan dididik sebaik-baiknya. Jangan biarkan moral dan akhlaknya teracuni pornografi yang sudah terbukti pengaruh buruknya.

Tak perlu repot mendefinisikan pornografi, bermain kata-kata untuk mencari celah kebolehannya. Dalam islam, mengumbar aurat, melukjiskan atau menceritakan hubungan intim adalah dilarang. Juga, sesuatu yang dapat membangkitkan gairah seksual sehingga memicu penyaluran bukan pada tempat yang di halalkan adalh hara. Sebab telah terbukti kerusakannya, tidak saja pada orang dewasa bahkan anak-anak.

Terdapat banyak bahaya yang ditimbulkan oleh pornografi, yang sifatnya secara berangsur-angsur dan bisa menyebabkan kecanduan. Seperti orang gemar minuman keras, lama-lama dia akan menjadi pecandu. Anak-anak juga demikian, semakin sering melihat hal-hal berbau pornografi, kemungkinan terjadi penyimpangan seksual atau kecanduan seks semakin besar.

Apalagi saat ini media elektronik dan media massa, semakin gencar menayangkannya. Kondisi semacam ini akan memperbesar bahaya potensial yang ada pada pornografi. Berikit ini, beberapa bahaya yang ditimbulkan oleh p[ornografi berdasarkan penelitian dan pengamatan di Negara yang mempelopori adanya seks bebas (free sex) yaitu Amerika.

  1. Anak menjadi korban kekerasan seksual

Di Negara barat yang mempunyai akses internet lebih leluasa, para penghidap pedhophilia (orang yang senang melakukan hubungan seks terhadap anak-anak kecil) dan pemburu seks memanfaatkannya untuk mencari mangsa (anak-anak). Internet merupaka media yang terbukti nyata sebagai alat berguna bagi mereka. Semakin sering mereka mengakses pornografi lewat internet, semakin tinggi resiko melakukan apa yang dilihatnya, termasuk kekerasan seksual, perkosaan, dan pelecehan seksual terhadap anak.

  1. Hubungan ponografi dengan perkosaan dan kekerasan seksual

Menurut salah satu penelitian, anak dibawah 14 tahun yang melihat pornografi, lebih banyak terlibat praktek penyimpangan seksual, terutama perkosaan. Sedikitnya labih dari sepertiga pelaku pelecehan seksual pada anak dan pemerkosaan dalam penelitian ini, mengaku melakukannya akibat melihat pornografi. Dari 53% pelaku itu dilaporkan menggunakan pornografi sebagai rangsangan untuk melakukan aksinya.

Kebiasaan mengkosumsi pornografi dapat menyebabkan ketidakpuasan terhadap bentuk pornografi yang lembut, sebaliknya semakin kuat ingin melihat materi-materi yang mengandung penyimpangan dan kekerasan seksual. Pornografi juga mempermudah pelecehan seksual terhadap anak dalam berbagai cara.

  1. Pornografi menyebabkan penyakit seksual, hamil diluar nikah, dan kecanduan seks.

Semakin sering anak-anak melihat pornografi, “lembut” atau hal-hal yang mengandung penyimpangan seksual mereka akan mempelajari sebuah pesan yang sangat berbahaya dari pembuat pornografi, yaitu “ seks yang tak bertanggungjawab adalah boleh dan dibutuhkan “. Karena , pornografi mendorong ekspresi seksual tanpa tanggung jawab, hal ini akan membahayakan kesehatan anak. Salah satunya adalah terjadinya peningkatan secara terus menerus penyakit kelamin.

  1. Pornografi mendorong anak melakukan tindakan seksual terhadap anak lain.

Anak-anak sering meniru apa yang dibaca, dilihat atau di dengar. Banyak penelitian mengemukakan bahwa pornografi dapat mendorong mereka melakukan tindakan seksual terhadap anak yang lebih muda, kecil dan lemah. Para ahli  di bidang kejahatan seksual terhadap anak menyatakan bahwa aktifitas seksual pada anak yang belum dewasa selalu memunculkan 2 kemungkinan pemicu : pengalaman dan melihat. Hal ini berarti bahwa anak-anak yang menyimpang secara seksual mungkin telah tercemar atau gampang melihat hal-hal seksual melalui pornografi.

  1. Pornografi mempengaruhi pembentukan sikap, nilai dan perilaku.

Pesan-pesan yang tidak bertanggung jawab yang sangat kuat dari pornografi, bisa mengajari anak-anak tentang masalah-masalah seksual. Foto, video, majalah, game, dan situs internet yang berbau porno yang menggambarkan perkosaan dan tindakan tak berperikemanusiaan pada wanita dalam adegan seksual, menjadi alat perusak bagi pendidikan seks.

Berulang-ulang penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak melihat bentuk-bentuk gambar pornografi, punya pengaruh dramatis pada pelakunya yaitu bagaimana mereka melihat wanita, kejahatan seksual, hubungan seksual, seks pada umunya.

  1. Pornografi mengganggu jatidiri dan perkembangan anak.

Selama waktu kritis tertentu pada masa kanak-kanak, otak anak kecil telah terprogram tentang orientasi seksual . selama periode ini, pikiran tersebut terlihat membangun jaringan mengenahi apa yang merangsang atau menarik seseorang. Melihat norma-norma dan perilaku seksual yang sehat. Sebaliknya, jika melihat penyimpangan seksual bisa terpatri dalam otaknya dan menjadi bagian tetap dalam orientasi seksualnya.

Temuan-temuan psikolog Dr. Victor Cline menyatakan bahwa ingatan-ingatan dari pengalaman yang terjadi saat perasaaan terangsang (termasuk disini rangsangan seksual) di patri di otak oleh epinephrine, suatu hormone dalam glandula andrenalin, dan susah di hapus. Hal ini mungkin merupakan sebagian penjelasan tentang pengaruh candu pornografi. Melihat pornografi bisa membuat kondisi seseorang secara potensial mengulangi fantasi seksualnya sewaktu masturbasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: